Dalam perilaku organisasi aspek motivasi merupakan salah satu issu yang
paling yang sering dibicarakan. Motivasi berkenaan dengan
alasan-alasan kenapa seseorang berperilaku seperti itu dan bukan
seperti yang kita inginkan atau kenapa seseorang memiliki kinerja yang
unggul dibanding dengan yang lain.
Ada beberapa faktor yang diidentifikasi dapat menjelaskan kenapa seseorang berkinerja unggul, faktor tersebut antara lain kemampuan, naluri bekerja, imbalan rangsang dalam (intrinsik) dan imbang rangsang luar (ekstrinsik), latar belakang pendidikan dan pengalaman. Faktor-faktor ini dapat menjelaskan mengapa seseorang memiliki kinerja yang tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Ada beberapa faktor yang diidentifikasi dapat menjelaskan kenapa seseorang berkinerja unggul, faktor tersebut antara lain kemampuan, naluri bekerja, imbalan rangsang dalam (intrinsik) dan imbang rangsang luar (ekstrinsik), latar belakang pendidikan dan pengalaman. Faktor-faktor ini dapat menjelaskan mengapa seseorang memiliki kinerja yang tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Istilah motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti
menggerakkan, biasanya untuk membuat definisi motivasi digunakan
kata-kata seperti : ingin (desire) mau (want), tujuan (aim), sasaran
(goal), dan acuan (incentive).
Seringkali di temui juga kata motif yang bisa diartikan sebagai ungkapan kebutuhan seseorang yang bersifat pribadi dan internal. Sehingga motivasi dapat diartikan sebagai daya gerak yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu tujuan tertentu. Motif adalah kebutuhan atau keinginan yang menjadi dasar dorongan dan alasan seseorang untuk melakukan tindakan dan mencapai tujuan tertentu. Kebutuhan berkaitan erat dengan apa yang menjadi kekurangan atau yang dirasakan kurang oleh seseorang dan mendesak untuk dipenuhi . Orang yang haus tentu akan mencari minum, atau orang yang lapar tentu akan mencari makan. Jadi dapat dilihat kebutuhan menjadi dasar seseorang untuk bertindak atau berprilaku. Kebutuhan menjadi dasar individu untuk berperilaku.
Kebutuhan hidup seseorang dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu 1. kebutuhan primer atau kebutuhan fisiologis seperti makan. Minum, tidur dll, 2. Kebutuhan Sekunder yaitu kebutuhan yang bersifat sosial seperti berkawan, berintreraksi dan kebutuhan yang bersifat psikologis seperti penghargaan dll.
Dalam banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli, ditemukan bahwa ternyata kebutuhan bukan satu satu-satunya motif orang untuk berperilaku, ada faktor lain yaitu harapan dan persepsi. Penganut teori motivasi yang mendasarkan perilaku individu atas Dasar kebutuhan adalah AH.Maslow dengan teorinya yang dikenal dengan Lima jenjang kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan, sosial dan rasa memiliki, penghargaan dan status serta aktualisasi diri.
Clayton Alderfer memperkenalkan teori ERG yaitu existence (E) eksistensi, Relatednes (R) atau keterkaitan dan Grouwth (G) atau pertumbuhan. F.Herzberg memperluas karya Maslow dan mengembangkan teori kepuasan dari motivasi kerja.
Herzberg menemukan teori dua faktor dari hasil penelitiannya yaitu 1. Faktor kesehatan (hygiene), 2. Faktor motivator.
Pada tahun (1964) Victor Vroom mengembangkan teori motivasi yang didasarkan kepada pada jenis-jenis pilihan yang digunakan untuk untuk mencapai suatu tujuan yang disebutnya dengan teori harapan (expentancy theory) yang didasarkan kepada tiga asumsi pokok yaitu : harapan hasil, valensi, dan harapan usaha.
Sementara itu Pace & Faules (1998) memperkenalkan teori persepsi yang mendasari motif individu berdasarkan harapan, pemenuhan, peluang dan persepsi karyawan mengenai kinerja
Dalam memahami motivasi paling tidak ada tiga pendekatan yang biasa digunakan yaitu factor kebutuhan, factor harapan, dan factor persepsi. Motivasi sangat berhubungan dengan kinerja individu dan organisasi. Semakin tinggi motivasi, akan semakin besar produk yang dihasilkan, demikian juga sebaliknya.
Ada dua jenis perilaku atau tugas mencakup unsur-unsur penting kinerja, yaitu tugas fungsional dan tugas perilaku. Tugas fungsional berhubungan dengan seberapa baik seorang karyawan menyelesaikan pekerjaannya, terutama penyelesain aspek-aspek teknis pekerjaan tersebut. Tugas perilaku berhubungan dengan seberapa baik karyawan menangani kegiatan antarpribadi dengan anggota lain termasuk menangani konflik, mengelola waktu, bekerja dalam kelompok dan bekerja sendiri. Yang perlu diingat bahwa masing-masing karyawan dan unit ada saling ketergantungan satu sama lain. Meskipun kinerja perorangan terlihat kecil, akan tetapi dapat menjadi sangat besar secara organisasional
Seringkali di temui juga kata motif yang bisa diartikan sebagai ungkapan kebutuhan seseorang yang bersifat pribadi dan internal. Sehingga motivasi dapat diartikan sebagai daya gerak yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu tujuan tertentu. Motif adalah kebutuhan atau keinginan yang menjadi dasar dorongan dan alasan seseorang untuk melakukan tindakan dan mencapai tujuan tertentu. Kebutuhan berkaitan erat dengan apa yang menjadi kekurangan atau yang dirasakan kurang oleh seseorang dan mendesak untuk dipenuhi . Orang yang haus tentu akan mencari minum, atau orang yang lapar tentu akan mencari makan. Jadi dapat dilihat kebutuhan menjadi dasar seseorang untuk bertindak atau berprilaku. Kebutuhan menjadi dasar individu untuk berperilaku.
Kebutuhan hidup seseorang dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu 1. kebutuhan primer atau kebutuhan fisiologis seperti makan. Minum, tidur dll, 2. Kebutuhan Sekunder yaitu kebutuhan yang bersifat sosial seperti berkawan, berintreraksi dan kebutuhan yang bersifat psikologis seperti penghargaan dll.
Dalam banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli, ditemukan bahwa ternyata kebutuhan bukan satu satu-satunya motif orang untuk berperilaku, ada faktor lain yaitu harapan dan persepsi. Penganut teori motivasi yang mendasarkan perilaku individu atas Dasar kebutuhan adalah AH.Maslow dengan teorinya yang dikenal dengan Lima jenjang kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan, sosial dan rasa memiliki, penghargaan dan status serta aktualisasi diri.
Clayton Alderfer memperkenalkan teori ERG yaitu existence (E) eksistensi, Relatednes (R) atau keterkaitan dan Grouwth (G) atau pertumbuhan. F.Herzberg memperluas karya Maslow dan mengembangkan teori kepuasan dari motivasi kerja.
Herzberg menemukan teori dua faktor dari hasil penelitiannya yaitu 1. Faktor kesehatan (hygiene), 2. Faktor motivator.
Pada tahun (1964) Victor Vroom mengembangkan teori motivasi yang didasarkan kepada pada jenis-jenis pilihan yang digunakan untuk untuk mencapai suatu tujuan yang disebutnya dengan teori harapan (expentancy theory) yang didasarkan kepada tiga asumsi pokok yaitu : harapan hasil, valensi, dan harapan usaha.
Sementara itu Pace & Faules (1998) memperkenalkan teori persepsi yang mendasari motif individu berdasarkan harapan, pemenuhan, peluang dan persepsi karyawan mengenai kinerja
Dalam memahami motivasi paling tidak ada tiga pendekatan yang biasa digunakan yaitu factor kebutuhan, factor harapan, dan factor persepsi. Motivasi sangat berhubungan dengan kinerja individu dan organisasi. Semakin tinggi motivasi, akan semakin besar produk yang dihasilkan, demikian juga sebaliknya.
Ada dua jenis perilaku atau tugas mencakup unsur-unsur penting kinerja, yaitu tugas fungsional dan tugas perilaku. Tugas fungsional berhubungan dengan seberapa baik seorang karyawan menyelesaikan pekerjaannya, terutama penyelesain aspek-aspek teknis pekerjaan tersebut. Tugas perilaku berhubungan dengan seberapa baik karyawan menangani kegiatan antarpribadi dengan anggota lain termasuk menangani konflik, mengelola waktu, bekerja dalam kelompok dan bekerja sendiri. Yang perlu diingat bahwa masing-masing karyawan dan unit ada saling ketergantungan satu sama lain. Meskipun kinerja perorangan terlihat kecil, akan tetapi dapat menjadi sangat besar secara organisasional
0 komentar