PENGERTIAN BUDAYA, BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA, TEORI DAN PROSES ORGANISASI

Pengertian Budaya dan Pembentukan Perilaku :

Buadaya dan Perilaku organisasi dua hal yang tidak bisa dipisahkan, dalam arti bahwa budaya yang dimiliki oleh seseorang sangat mempengaruhi perilaku yang muncul dan terjadi dalam suatu organisasi, karena budaya yang dimiliki oleh seseorang akan terbawa dalam kehidupan organisasi. Ciri dan khas yang dimiliki oleh masing-masing individu dalam organisasi akan membentuk budaya organisasi. Cara organisasi mencapai tujuannya sangat terkait dengan cara individu mencapai tujuannya dalam organisasi yang sangat dipengaruhi oleh budaya dari mana
individu itu berasal.
 
Budaya dan Kinerja ;
Kinerja dalam suatu organisasi akan sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi yang di anut. Dalam “Strong Culture” (budaya kuat), tujuan organisasi relatif lebih mudah dicapai dibandingkan dengan budaya organisasi yang lemah. Ciri budaya organisasi yang kuat ditandai dengan adanya visi dan misi yang jelas, keselarasan nilai-nilai inti dengan tujuan organisasi, adanya penghayatan dan ketaatan nilai budaya oleh anggotanya, sedangkan ciri budaya organisasi yang lemah adalah kebalikan dari ciri budaya organisasi yang kuat.

Teori dan Proses Organisasi ;
Richard L. Daft :1992) mengemukakan bahwa organisasi adalah satu kesatuan sosial yang mempunyai tujuan tertentu dan secara sengaja membentuk sistem-sistem kegiatan dengan batas-batasnya terhadap lingkungan yang dapat dikenali dengan mudah. Dalam prosesnya organisasi dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan lingkungan sekitarnya. Proses perkembangan organisasi tidak terlepas dari peranan dan perilaku setiap anggota dalam berinteraksi. Beberapa strategi yang dapat diadaptasi oleh organisasi agar tetap survive dan berkembang yaitu perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal, desain organisasi yang adaftif terhadap perubahan, aspek motivasi terhadap orang-orangnya, peningkatan kualitas produk dan pelayanan prima kepada pelanggan.

TIPE BUDAYA ORGANISASI
 
Kotter dan Heskett (1992:15-49), berdasarkan hasil serangkaian penelitian yang dilakukannya mengemukakan tiga tipe bufaya yaitu//
1.Budaya kuat dan budaya lemah.
Kotter dan Heskett (1992:16) menyatakan bahwa nilai-nilai, norma-norma dan asumsi-asumsi yang terinternalisasi dan dipegang teguh oleh para anggota organisasi dapat melahirkan perasaan tenang, committed, loyalitas, memacu kerja lebih keras, kohesivitas,  keseragaman sasaran (goal alignment), dan mengendalikan perilaku anggota organisasi, serta produktivitas.

2. Budaya yang secara strategis cocok.
Kotter dan Heskett (1992:22) menjelaskan pentingnya kandungan budaya yang cocok dan serasi dengan kondisi objektif perusahaan dimana perusahaan itu berada. Artinya, suatu budaya dikatakan baik apabila serasi dan selaras dengan konteks bisnis dalam karakteristik lingkungan industrinya, dan segmen industrinya yang dispesifikasikan oleh strategi perusahaan atau strategi bisnisnya.

3. Budaya yang adaptif dan tidak adaptif.
Kotter dan Heskett (1992:33) menjelaskan bahwa hanya budaya  yang dapat membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan (adaptif), yang diasosiasikan dengan kinerja tinggi dalam periode waktu yang panjang. Teori ini mengarahkan budaya organisasi untuk senantiasa bersikap adaptif dan inovatif sesuai dengan perubahan lingkungan yang terjadi.
Sebagai system organisasi dapat dilihat dalam dua cara yaitu;
 
System terbuka (open system) yaitu system terbuka mempunyai pengaruh pada administrasi perusahaan, Negara juga menggunakan system ini. Model system terbuka banyak nama samarannya seperti collegial, competitive,freemarket, informal, natural dan organic dan dikelompokkan atas 3 aliran seperti aliran human relation, aliran pengembangan organisasi dan aliran organisasi yang mengutamakan adanya interaksi hubungan yang berkelangsungan dengan lingkungannya.Dalam pengertian umum system ini lebih menekankan saling hubungan dan saling ketergantungan antara unsur-unsur organisasi yang bersift social dan teknologi, organisasi dipertimbangkan sebagai serngkaian variable yang saling berhubungan sehingga, jika satu variable berubah menyebabkan berubahnya variable lainnya.

System tertutup ( close system) yaitu system ini dasar pemikirannya banyak dipengaruhi oleh ilmuan-imluan fisika dan diterapkan pada suatu system yang mekanistis. Konsentrasinya pada hal-hal yang internal. Model ini satu-satunya model yang lama sekali mempengaruhi pikiran dalam organisasi Negara antara lain model birokratis, hierarki, formal, rasional dan model mekanistis. Sifat yang menonjol dari system tretutup adalah adanya kecenderungan yang kuat untuk bergerak mencapai keseimbangan dan entropi yang statis.
 

0 komentar