Motivasi
Motivasi berkenaan dengan alasan-alasan kenapa seseorang berperilaku seperti itu dan bukan seperti yang kita inginkan atau kenapa seseorang memiliki kinerja yang unggul dibanding dengan yang lain. Ada beberapa faktor yang diidentifikasi dapat menjelaskan kenapa seseorang berkinerja unggul, faktor tersebut antara lain kemampuan, naluri bekerja, imbalan rangsang dalam (intrinsik) dan imbang rangsang luar (ekstrinsik), latar belakang pendidikan dan pengalaman. Faktor-faktor ini dapat menjelaskan mengapa seseorang memiliki kinerja yang tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Istilah motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti menggerakkan.biasanya untuk membuat definisi motivasi digunakan kata-kata seperti : ingin (desire) mau (want), tujuan (aim), sasaran (goal), dan acuan (incentive). Seringkali di temui juga kata motif yang bisa diartikan sebagai ungkapan kebutuhan seseorang yang bersifat pribadi dan internal. Sehingga motivasi dapat diartikan sebagai daya gerak yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu tujuan tertentu.
Motif adalah kebutuhan atau keinginan yang menjadi dasar dorongan dan alasan seseorang untuk melakukan tindakan dan mencapai tujuan tertentu. Kebutuhan berkaitan erat dengan apa yang menjadi kekurangan atau yang dirasakan kurang oleh seseorang dan mendesak untuk dipenuhi . Orang yang haus tentu akan mencari minum, atau orang yang lapar tentu akan mencari makan. Jadi dapat dilihat kebutuhan menjadi dasar seseorang untuk bertindak atau berprilaku. Kebutuhan menjadi dasar individu untuk berperilaku.
Kebutuhan hidup seseorang dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu
Clayton Alderfer memperkenalkan teori ERG yaitu existence (E) eksistensi, Relatednes (R) atau keterkaitan dan Grouwth (G) atau pertumbuhan.
F.Herzberg memperluas karya Maslow dan mengembangkan teori kepuasan dari motivasi kerja. Herzberg menemukan teori dua faktor dari hasil penelitiannya yaitu; Faktor kesehatan (hygiene), dan Faktor motivator.
Pada tahun (1964) Victor Vroom mengembangkan teori motivasi yang didasarkan kepada pada jenis-jenis pilihan yang digunakan untuk untuk mencapai suatu tujuan yang disebutnya dengan teori harapan (expentancy theory) yang didasarkan kepada tiga asumsi pokok yaitu : harapan hasil, valensi, dan harapan usaha. Sementara itu Pace & Faules (1998) memperkenalkan teori persepsi yang mendasari motif individu berdasarkan harapan, pemenuhan, peluang dan persepsi karyawan mengenai kinerja
Dalam memahami motivasi paling tidak ada tiga pendekatan yang biasa digunakan yaitu factor kebutuhan, factor harapan, dan factor persepsi. Motivasi sangat berhubungan dengan kinerja individu dan organisasi. Semakin tinggi motivasi, akan semakin besar produk yang dihasilkan, demikian juga sebaliknya.
Ada dua jenis perilaku atau tugas mencakup unsur-unsur penting kinerja, yaitu;
Manusia adalah mahluk individu dan mahluk sosial, yang dalam kesehariannya melakukan interaksi dengan individu lainnya. Sebagai mahluk sosial manusia cenderung untuk membentuk kelompok atau melakukan afiliasi dengan orang lain, baik untuk kepentingan identitas diri dalam bentuk pengakuan maupun kepentingan kemudahan dalam penyelesaian tugas-tugas.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (1988: 412) Kelompok diartikan sebagai
Beberapa hal yang perlu diperhatikan Agar dinamika kelompok dapat terpelihara dengan baik yaitu :
Aspek Kehidupan Kelompok
Dari berbagai riset yang pernah dilakukan oleh oleh para ahli dikenal banyak jenis kelompok yaitu kelompok kecil dan besar, kelompok primer dan sekunder, koalisi, kelompok keanggotaan dan referensi, kelompok dalam (in-group) dan kelompok luar (out group), serta kelompok formal dan informal. Setiap jenis memiliki perbedaan karakter dan pengaruh pada masing-masing anggotanya. Namun dalam studi perilaku organisasi kelompok formal dan informal lebih tepat untuk diaplikasikan.
Kelompok dapat dibagi dua menjadi berdasarkan tipe-tipe kelompok, yaitu;
Kelompok komando pembentukannya ditentukan oleh bagan organisasi. Hubungannya bersifat hierakhi antara atasan dan bawahan dan dan hubungan yang terjadi berdasarkan jalur komando.
Kelompok tugas adalah kelompok yang terbentuk dari orang-orang yang bekerja sama untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Menurut Gibson, dkk (1989), ada dua kelompok informal yang perlu diketahui yaitu : kelompok kepentingan dan kelompok persahabatan. Kelompok kepentingan yaitu kelompok yang pembentukannya didasarkan karena adanya kesamaan-kesamaan kepentingan dari anggota kelompok yang tergabung didalamnya. Kelompok persahabatan yaitu kelompok yang terbentuk karena adanya kesamaan dan kedekatan-kedekatan tertentu dari orang-orang yang bergabung dalam kelompok itu.
Individu membentuk kelompok karena ada kedekatan tertentu dari orang yang tergabung dalam kelompok itu.
George Homans (1950) mengemukakan bahwa kelompok terbentuk berdasarkan aktivitas, interaksi dan perasaan. Tiga elemen ini secara langsung berhubungan satu sama lain. Semakin banyak aktivitas bersama, semakin tinggi interaksi dan semakin kuat perasaan seseorang; Semakin tinggi interaksi seseorang semakin banyak aktivitas bersama dan semakin kuat perasaannya; dan semakin kuat perasaan seseorang terhadap orang lain, semakin banyak aktivitas dan interaksi bersama. Orang-orang dalam kelompok yang berinteraksi satu sama lain, bukan hanya karena kadekatan fisik semata, tetapi untuk mencapai tujuan kelompok melalui kerja sama dan pemecahan masalah.
Gibson, dkk (1989) dan Marvin E.Shaw (1981) mengemukakan alasan-alasan pembentukan kelompok yaitu karena adanya pemenuhan kebutuhan, kedekatan, daya tarik, tujuan dan ekonomi.
Dalam suatu kelompok tiap individu memiliki peran dan fungsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Hal disebabkan karena individu yang tergabung dalam kelompok itu juga memliki kemampuan yang berbeda-beda pula.
Benne dan Sheats (dalam Pace & Faules), mengidentifikasi peranan fungsional anggota kelompok yaitu : peranan tugas, peranan pemeliharaan & peranan mengganggu. Sebuah kelompok dalam prosesnya tumbuh dan berkembang kearah kemajuan, memiliki budaya, nilai-nilai dan standar norma yang terbentuk dalam proses interaksi antara anggotanya. Perasaan dan keyakinan bersama yang diyakini membentuk standar perilaku yang disetujui dan menjadi komitmen kelompok.
Hakikat Konflik
Konflik biasa terjadi yang disebabkan karena gesekan kepentingan, perbedaan cara atau metode dalam mencapai tujuan. Stephen P.Robbins (1996) mendefinisikan konflik sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau segera mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. Konflik adalah pertentangan yang bisa saja antara individu (konflik interpersonal) atau pun konflik antar kelompok. Dalam organisasi konflik bisa terjadi karena ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam menafsirkan fakta maupun terjadi perbedaan kepentingan antara individu dalam organisasi. Walaupun konflik sering dipersepsi sebagai sesuatu yang negatif, dalam derajat tertentu, konflik justru bisa meningkatkan efektifitas organisasi. Tetapi setelah titik tertentu dilampaui, konflik estrim yang terjadi diantara para kelompok kepentingan dapat merusak kinerja keorganisasian (Robbins, 1974).
Jenis-jenis konflik antara lain yaitu konflik antarpribadi, antarkelompok, konflik realistis dan konflik tidak realistis, konflik peran. Dalam Konflik peran dikenal konflik peran sendiri, konflik intraperan, konflik antarperan. Selanjutnya dalam pemecahan masalah konflik ada empat kemungkinan yang bisa terjadi dalam penanganan konflik yaitu : 1. Posisi win-win (menang-menang), 2. Posisi Menang Kalah, 3. Posisis kalah-Menang, 4. Posisi Kalah-Kalah.
Apabila konflik yang tejadi dalam suatu organisasi berlangsung lama atau menemui jalan buntu, maka akan dihadirkan pihak ketiga sebagai penengah, wasit, perujut atau sebagai konsultan (J.A Wall & M.W. Blum dalam Stephen P. Robbins, 1996). Stoner & Freeman(1989), mengemukakan metode dalam mengurangi konflik antar kelompok yaitu :
Ada dua jenis interaksi kelompok yang dipandang sangat efektif untuk meningkatkan kerjasama tim atau kelompok yaitu rapat (meeting) dan yang kedua pembangunan tim (team building). Kelompok sebagaimana individu juga perlu belajar untuk pengembangan kelompok, salah satu model proses pengembangan kelompok adalah yang dikemukakan oleh Gibson, dkk (1989), antara lain Saling menerima, Saling berkomunikasi dan mengambil keputusan, Motivasi dan produktivitas, Pengendalian dan organisasi. Dalam perkembangan kelompok tersebut memunculkan karakteristik dan perilaku kelompok. Beberapa hal dapat kita identifikasi sebagai karaktersitik dan perilaku kelompok yaitu : struktur, peranan, hierarkhi, norma – norma, kepemimpinan, kesatupaduan dan kepuasaan.
Stephen P. Robbins (1996) mengemukakan beberapa nilai dasar yang dapat menyebabkan organisasi berkembang, yaitu; penghargaan terhadap unsur manusia, kepercayaan dan dukungan, penyamaan kekuasaan, konflik dan konfrontasi,serta partisipasi. Pengembangan organisasi pada hakekatnya adalah bagaimana kita mengelola perubahan dan perubahan sangat terkait dengan budaya yang mendasari orang-orang berperilaku.
Terkait dengan mengelola perubahan dan budaya Robbins (1996) mengetengahkan beberapa isu penting, yaitu ;
Motivasi berkenaan dengan alasan-alasan kenapa seseorang berperilaku seperti itu dan bukan seperti yang kita inginkan atau kenapa seseorang memiliki kinerja yang unggul dibanding dengan yang lain. Ada beberapa faktor yang diidentifikasi dapat menjelaskan kenapa seseorang berkinerja unggul, faktor tersebut antara lain kemampuan, naluri bekerja, imbalan rangsang dalam (intrinsik) dan imbang rangsang luar (ekstrinsik), latar belakang pendidikan dan pengalaman. Faktor-faktor ini dapat menjelaskan mengapa seseorang memiliki kinerja yang tinggi dibandingkan dengan yang lain.
Istilah motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti menggerakkan.biasanya untuk membuat definisi motivasi digunakan kata-kata seperti : ingin (desire) mau (want), tujuan (aim), sasaran (goal), dan acuan (incentive). Seringkali di temui juga kata motif yang bisa diartikan sebagai ungkapan kebutuhan seseorang yang bersifat pribadi dan internal. Sehingga motivasi dapat diartikan sebagai daya gerak yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu tujuan tertentu.
Motif adalah kebutuhan atau keinginan yang menjadi dasar dorongan dan alasan seseorang untuk melakukan tindakan dan mencapai tujuan tertentu. Kebutuhan berkaitan erat dengan apa yang menjadi kekurangan atau yang dirasakan kurang oleh seseorang dan mendesak untuk dipenuhi . Orang yang haus tentu akan mencari minum, atau orang yang lapar tentu akan mencari makan. Jadi dapat dilihat kebutuhan menjadi dasar seseorang untuk bertindak atau berprilaku. Kebutuhan menjadi dasar individu untuk berperilaku.
Kebutuhan hidup seseorang dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu
- kebutuhan primer atau kebutuhan fisiologis. Seperti; makan. Minum, tidur dan lain-lain.
- Kebutuhan Sekunder yaitu kebutuhan yang bersifat sosial seperti berkawan, berintreraksi dan kebutuhan yang bersifat psikologis seperti penghargaan dll.
Clayton Alderfer memperkenalkan teori ERG yaitu existence (E) eksistensi, Relatednes (R) atau keterkaitan dan Grouwth (G) atau pertumbuhan.
F.Herzberg memperluas karya Maslow dan mengembangkan teori kepuasan dari motivasi kerja. Herzberg menemukan teori dua faktor dari hasil penelitiannya yaitu; Faktor kesehatan (hygiene), dan Faktor motivator.
Pada tahun (1964) Victor Vroom mengembangkan teori motivasi yang didasarkan kepada pada jenis-jenis pilihan yang digunakan untuk untuk mencapai suatu tujuan yang disebutnya dengan teori harapan (expentancy theory) yang didasarkan kepada tiga asumsi pokok yaitu : harapan hasil, valensi, dan harapan usaha. Sementara itu Pace & Faules (1998) memperkenalkan teori persepsi yang mendasari motif individu berdasarkan harapan, pemenuhan, peluang dan persepsi karyawan mengenai kinerja
Dalam memahami motivasi paling tidak ada tiga pendekatan yang biasa digunakan yaitu factor kebutuhan, factor harapan, dan factor persepsi. Motivasi sangat berhubungan dengan kinerja individu dan organisasi. Semakin tinggi motivasi, akan semakin besar produk yang dihasilkan, demikian juga sebaliknya.
Ada dua jenis perilaku atau tugas mencakup unsur-unsur penting kinerja, yaitu;
- a. Tugas fungsional berhubungan dengan seberapa baik seorang karyawan menyelesaikan pekerjaannya, terutama penyelesain aspek-aspek teknis pekerjaan tersebut.
- b. Tugas perilaku berhubungan dengan seberapa baik karyawan menangani kegiatan antarpribadi dengan anggota lain termasuk menangani konflik, mengelola waktu, bekerja dalam kelompok dan bekerja sendiri. Yang perlu diingat bahwa masing-masing karyawan dan unit ada saling ketergantungan satu sama lain. Meskipun kinerja perorangan terlihat kecil, akan tetapi dapat menjadi sangat besar secara organisasional. Dalam sebuah organisasi perilaku seseorang sangat terkait erat dengan motivasi orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut.
- Motif ekstrinsik lebih didorong karena faktor gaji, kepemimpinan dan kondisi kerja.
- Motif Intrinsik bersifat internal untuk individu dan mendorong diri sendiri untuk bekerja dan berprestasi. Motif intrinsik inilah yang paling diperlukan dalam organisasi, dimana orang-orang bekerja dengan kesadaran dan memotivasi diri sendiri untuk berprestasi dan berkinerja unggul. Motivasi seperti inilah yang dikehendaki para manajer, yang dilandasi oleh kebutuhan instrinsif yang mendorong orang untuk berprestasi secara terus menerenes
Manusia adalah mahluk individu dan mahluk sosial, yang dalam kesehariannya melakukan interaksi dengan individu lainnya. Sebagai mahluk sosial manusia cenderung untuk membentuk kelompok atau melakukan afiliasi dengan orang lain, baik untuk kepentingan identitas diri dalam bentuk pengakuan maupun kepentingan kemudahan dalam penyelesaian tugas-tugas.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (1988: 412) Kelompok diartikan sebagai
“kumpulan
orang yang memiliki beberapa atribut yang sama atau hubungan dengan
pihak yang sama yang saling berinteraksi satu dengan yang lain.
Para ahli mempunyai pandangan yang berbeda dalam melihat kelompok, tergantung sudut pandangnya,antara lain;- R.F Bales (1950) yang melihat kelompok sebagai sekumpulan orang yang intens melakukan pertemuan.
- J.W. McDavid dan M.Harari (1968) melihat kelompok dalam konteks sistem yang terorganisasi, dimana orang-orang yang terlibat didalamnya saling terkait dan saling terhubung.
- Marvin E.Shaw (1981) mendefinisikan kelompok “sebagai sejumlah orang yang saling berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, dalam jangka waktu tertentu, dalam jumlah tertentu, sehingga setiap orang mampu berkomunikasi dengan yang lainnya, secara tata muka”
- Gibson, dkk (1989) mengemukakan bahwa apabila dalam suatu organisasi terdapat kelompok, maka anggotanya :
- Termotivasi untuk bergabung
- Melihat kelompok sebagai sebuah unit dan tempat untuk berinteraks
- Memberikan konstribusi dalam berbagai proses kelompok (waktu, tenaga, pikiran) yang berbeda-beda.
- Memiliki komitmen kelompok dan perbedaan pendapat dalam proses interaksi.
- Peranan dan kegiatan yang dilaksanakan oleh para anggota kelompok
- Norma-norma dan perbedaan status yang muncul ketika para anggota kelompok berinteraksi
- Konflik yang muncul karena persaingan antar anggota
Beberapa hal yang perlu diperhatikan Agar dinamika kelompok dapat terpelihara dengan baik yaitu :
- Sasaran yang jelas dan ditetapkan bersama antar anggota,
- Peranan dan fungsi anggota kelompok
- Adanya komunikasi yang terbuka dan efektif.
- Kepemimpinan yang mampu menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan
- Adanya norma-norma dan pertumbuhan kelompok
- Adanya pengambilan keputusan bersama dan disepakati
Aspek Kehidupan Kelompok
Dari berbagai riset yang pernah dilakukan oleh oleh para ahli dikenal banyak jenis kelompok yaitu kelompok kecil dan besar, kelompok primer dan sekunder, koalisi, kelompok keanggotaan dan referensi, kelompok dalam (in-group) dan kelompok luar (out group), serta kelompok formal dan informal. Setiap jenis memiliki perbedaan karakter dan pengaruh pada masing-masing anggotanya. Namun dalam studi perilaku organisasi kelompok formal dan informal lebih tepat untuk diaplikasikan.
Kelompok dapat dibagi dua menjadi berdasarkan tipe-tipe kelompok, yaitu;
- formal secara khusus memiliki tujuan dan hubungan yang dirumuskan dengan jelas.
- kelompok informal tidak memilikinya. Dua tipe kelompok ini hidup berdampingan dan tak terpisahkan.
Kelompok komando pembentukannya ditentukan oleh bagan organisasi. Hubungannya bersifat hierakhi antara atasan dan bawahan dan dan hubungan yang terjadi berdasarkan jalur komando.
Kelompok tugas adalah kelompok yang terbentuk dari orang-orang yang bekerja sama untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Menurut Gibson, dkk (1989), ada dua kelompok informal yang perlu diketahui yaitu : kelompok kepentingan dan kelompok persahabatan. Kelompok kepentingan yaitu kelompok yang pembentukannya didasarkan karena adanya kesamaan-kesamaan kepentingan dari anggota kelompok yang tergabung didalamnya. Kelompok persahabatan yaitu kelompok yang terbentuk karena adanya kesamaan dan kedekatan-kedekatan tertentu dari orang-orang yang bergabung dalam kelompok itu.
Individu membentuk kelompok karena ada kedekatan tertentu dari orang yang tergabung dalam kelompok itu.
George Homans (1950) mengemukakan bahwa kelompok terbentuk berdasarkan aktivitas, interaksi dan perasaan. Tiga elemen ini secara langsung berhubungan satu sama lain. Semakin banyak aktivitas bersama, semakin tinggi interaksi dan semakin kuat perasaan seseorang; Semakin tinggi interaksi seseorang semakin banyak aktivitas bersama dan semakin kuat perasaannya; dan semakin kuat perasaan seseorang terhadap orang lain, semakin banyak aktivitas dan interaksi bersama. Orang-orang dalam kelompok yang berinteraksi satu sama lain, bukan hanya karena kadekatan fisik semata, tetapi untuk mencapai tujuan kelompok melalui kerja sama dan pemecahan masalah.
Gibson, dkk (1989) dan Marvin E.Shaw (1981) mengemukakan alasan-alasan pembentukan kelompok yaitu karena adanya pemenuhan kebutuhan, kedekatan, daya tarik, tujuan dan ekonomi.
Dalam suatu kelompok tiap individu memiliki peran dan fungsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Hal disebabkan karena individu yang tergabung dalam kelompok itu juga memliki kemampuan yang berbeda-beda pula.
Benne dan Sheats (dalam Pace & Faules), mengidentifikasi peranan fungsional anggota kelompok yaitu : peranan tugas, peranan pemeliharaan & peranan mengganggu. Sebuah kelompok dalam prosesnya tumbuh dan berkembang kearah kemajuan, memiliki budaya, nilai-nilai dan standar norma yang terbentuk dalam proses interaksi antara anggotanya. Perasaan dan keyakinan bersama yang diyakini membentuk standar perilaku yang disetujui dan menjadi komitmen kelompok.
Hakikat Konflik
Konflik biasa terjadi yang disebabkan karena gesekan kepentingan, perbedaan cara atau metode dalam mencapai tujuan. Stephen P.Robbins (1996) mendefinisikan konflik sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau segera mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang diperhatikan pihak pertama. Konflik adalah pertentangan yang bisa saja antara individu (konflik interpersonal) atau pun konflik antar kelompok. Dalam organisasi konflik bisa terjadi karena ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam menafsirkan fakta maupun terjadi perbedaan kepentingan antara individu dalam organisasi. Walaupun konflik sering dipersepsi sebagai sesuatu yang negatif, dalam derajat tertentu, konflik justru bisa meningkatkan efektifitas organisasi. Tetapi setelah titik tertentu dilampaui, konflik estrim yang terjadi diantara para kelompok kepentingan dapat merusak kinerja keorganisasian (Robbins, 1974).
Jenis-jenis konflik antara lain yaitu konflik antarpribadi, antarkelompok, konflik realistis dan konflik tidak realistis, konflik peran. Dalam Konflik peran dikenal konflik peran sendiri, konflik intraperan, konflik antarperan. Selanjutnya dalam pemecahan masalah konflik ada empat kemungkinan yang bisa terjadi dalam penanganan konflik yaitu : 1. Posisi win-win (menang-menang), 2. Posisi Menang Kalah, 3. Posisis kalah-Menang, 4. Posisi Kalah-Kalah.
Apabila konflik yang tejadi dalam suatu organisasi berlangsung lama atau menemui jalan buntu, maka akan dihadirkan pihak ketiga sebagai penengah, wasit, perujut atau sebagai konsultan (J.A Wall & M.W. Blum dalam Stephen P. Robbins, 1996). Stoner & Freeman(1989), mengemukakan metode dalam mengurangi konflik antar kelompok yaitu :
- Masing-masing kelompok yang berkonflik, diberi informasi yang menguntungkan tentang kelompok yang berhadapan dengan mereka.
- Kontak sosial yang menyenangkan antara kelompok-kelompok diintefsifkan dengan jalan bersama, makan bersama, dan lain-lain.
- Pemimpin-pemimpin kelompok diminta untuk bernegosiasi dan memberikan informasi positif tentang kelompok yang berhadapan dengan kelompok mereka
Ada dua jenis interaksi kelompok yang dipandang sangat efektif untuk meningkatkan kerjasama tim atau kelompok yaitu rapat (meeting) dan yang kedua pembangunan tim (team building). Kelompok sebagaimana individu juga perlu belajar untuk pengembangan kelompok, salah satu model proses pengembangan kelompok adalah yang dikemukakan oleh Gibson, dkk (1989), antara lain Saling menerima, Saling berkomunikasi dan mengambil keputusan, Motivasi dan produktivitas, Pengendalian dan organisasi. Dalam perkembangan kelompok tersebut memunculkan karakteristik dan perilaku kelompok. Beberapa hal dapat kita identifikasi sebagai karaktersitik dan perilaku kelompok yaitu : struktur, peranan, hierarkhi, norma – norma, kepemimpinan, kesatupaduan dan kepuasaan.
Stephen P. Robbins (1996) mengemukakan beberapa nilai dasar yang dapat menyebabkan organisasi berkembang, yaitu; penghargaan terhadap unsur manusia, kepercayaan dan dukungan, penyamaan kekuasaan, konflik dan konfrontasi,serta partisipasi. Pengembangan organisasi pada hakekatnya adalah bagaimana kita mengelola perubahan dan perubahan sangat terkait dengan budaya yang mendasari orang-orang berperilaku.
Terkait dengan mengelola perubahan dan budaya Robbins (1996) mengetengahkan beberapa isu penting, yaitu ;
- Apakah orang yakin bahwa perubahan itu mungkin,
- Bila mungkin, berapa lama perubahan diwujudkan
- Adakah keengganan terhadap perubahan itu lebih besar dalam beberapa budaya daripada budaya yang lain
- Apakah budaya mempengaruhi dan bagaimana upaya perubahan dilaksanakan.
0 komentar