Perlindungan arsip vital dapat dilakukan dengan metode duplikasi dan
dispersal (pemencaran), serta penggunaan peralatan khusus. Duplikasi dan
dispersal (pemencaran)adalah metode perlindungan arsip dengan cara
menciptakan duplikat atau salinan atau copy arsip dan menyimpan arsip
hasil penduplikasian tersebut di tempat lain. Perlindungan arsip dengan
cara penggunaan peralatan khusus dilakukan dengan memilih peralatan yang
memiliki karakteristik, seperti tidak mudah terbakar, kedap air, dan
bebas medan magnet untuk jenis arsip berbasis magnetik/elektronik.
Adapun pengamanan fisik arsip dilaksanakan dengan maksud untuk melindungi arsip dari ancaman faktor-faktor pemusnah/perusak arsip. Beberapa contoh pengamanan fisil arsip adalah:
1. penggunaan sistem keamanan ruang penyimpanan arsip seperti pengaturan akses, pengaturan ruang simpan, penggunaan sistem alarm untuk mendeteksi pencuri, sabotase, penyadapan, dan lain-lain,
2. penggunaan bangunan kedap air atau menempatkan arsip pada tingkat ketinggian yang bebas dari banjir.
3. penggunaan struktur bangunan tahan gempa dan lokasi yang tidak rawan gempa, angin topan dan badai.
4. penggunaan struktur bangunan tahan api serta dilengkapi dengan peralatan alarm dan alat pemadam kebakaran dan lain-lain.
Penyelamatan
untuk menjaga kemungkinan kerusakan yang lebuh parah perlu langkah-langkah penyelamatan arsip vital pasca musibah dan bencana sbb;
1. Mengevaluasi arsip vital yang terkena bencana dan memindahkan ke tempat yang lebih aman.
2. mengidentifikasi jenis arsip yang mengalami kerusakan, jumlah, dan tingkat kerusakan dengan pada daftar arsip vital.
3. memulihkan kondisi (recovery) baik untuk fisik arsip vitalnya maupun tempat penyimpanan yang dapat dilakukan dalam bentuk rehabilitasi fisik atau rekonstruksi bangunan.
Adapun pengamanan fisik arsip dilaksanakan dengan maksud untuk melindungi arsip dari ancaman faktor-faktor pemusnah/perusak arsip. Beberapa contoh pengamanan fisil arsip adalah:
1. penggunaan sistem keamanan ruang penyimpanan arsip seperti pengaturan akses, pengaturan ruang simpan, penggunaan sistem alarm untuk mendeteksi pencuri, sabotase, penyadapan, dan lain-lain,
2. penggunaan bangunan kedap air atau menempatkan arsip pada tingkat ketinggian yang bebas dari banjir.
3. penggunaan struktur bangunan tahan gempa dan lokasi yang tidak rawan gempa, angin topan dan badai.
4. penggunaan struktur bangunan tahan api serta dilengkapi dengan peralatan alarm dan alat pemadam kebakaran dan lain-lain.
Penyelamatan
untuk menjaga kemungkinan kerusakan yang lebuh parah perlu langkah-langkah penyelamatan arsip vital pasca musibah dan bencana sbb;
1. Mengevaluasi arsip vital yang terkena bencana dan memindahkan ke tempat yang lebih aman.
2. mengidentifikasi jenis arsip yang mengalami kerusakan, jumlah, dan tingkat kerusakan dengan pada daftar arsip vital.
3. memulihkan kondisi (recovery) baik untuk fisik arsip vitalnya maupun tempat penyimpanan yang dapat dilakukan dalam bentuk rehabilitasi fisik atau rekonstruksi bangunan.
0 komentar