Keith Davis dan John W Newstrom; empat asumsi

Empat Asumsi dasar memahami manusia menurut Keith Davis dan John W Newstrom, antara lain:
  1. Perbedaan individu, manusia dilahirkan membawa keunikan masing-masing. Dengan memahami perilaku tertentu seseorang, kita akan memahami dan mencari variable penyebab perbedaan prestasi individu. Variabel yang mempengaruhi perilaku individu: a) variable fisiologis (fisik dan mental), b) variable psikologis (persepsi, sikap, kepribadian, belajar, motivasi), c) variable lingkungan (keluarga, kebudayaan, kelas sosial).
  2. Orang seutuhnya, seorang manusia perlu dilihat secara utuh, bukan sepotong-sepotong, karena dapat menyesatkan pandangan orang terhadapnya.
  3. Perilaku termotivasi, sebab mengapa seorang karyawan bekerja lebih baik daripada karyawan lain.
  4. Martabat/nilai manusia, unsur manusia perlu dibedakan dari unsur lain.  
Pendekatan
1. Pendekatan Kognitif; Istilah “kognitif” berasal dari kata cognition yang artinya sama dengan kata “knowing” yang berarti mengetahui. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif menjadi sangat populer sebagai salah satu domain atau wilayah psikologis manusia yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengelolaan informasi dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan kehendak dan perasaan yang bertalian dengan ranah rasa.
Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Kognitif dalam psikologi dapat berarti dua, yaitu bisa diartikan sebagai aktivitas mental (persepsi, memori, atensi, dll) dan juga dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan psikologi.
Pendekatan Kognitif merupakan pendekatan yang memberi perhatian khusus kepada proses pemikiran individu seperti kemahiran berfikir secara kritis dan kreatif, kemahiran belajar dan motivasi yang dipelopori oleh ahli psikologi Gestalt, Pieget, Vygotsky, Gagne, bruner dan Ausubel
2.  Pendekatan Kepuasan; Adanya faktor dalam diri yang menguatkan (energize), mengarahkan (direct), mendukung (sustain), dan menghentikan (stop) perilaku. Abraham H. Maslow, teori hierarki kebutuhan : a) manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda yang ingin dipenuhinya,
b) kebutuhan yang mendesak dipenuhi lebih dulu, itulah yang menyebabkan orang berperilaku,
c) kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak lagi menjadi pendorong perilaku. Dikenal dengan 5 jenjang kebutuhan : 1)  fisiologis (makan, minum, tempat tinggal, dll) 2) keselamatan dan keamanan 3) afiliasi, sosial, dan cinta 4)Penghargaan/status 5)Aktualisasi diri.
3. Pendekatan Psikoananalisis Psikoanalisa merupakan suatu penyembuhan yang lebih bersifat psikologis yang menggunakan cara – cara fisik.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa perilaku manusia dikuasai kepribadian dan  personalianya. a. Einstein : mengapa dasar pembawaan halus dan gerak hati manusia dapat menimbulkan perilaku agresif? karena keterbatasan pengendalian dirinya. b.Sigmund Freud (pelopor psiko-analis) : menjawab surat Einstein : manusia mempunyai naluri/instict yang mudah menyulut semangat berperang, naluri untuk menghancurkan, ada 2 pendorong kehidupan manusia : (1) Eros = naluri untuk hidup, kecenderungan untuk bersatu, penjagaan diri, dan cinta. (2) Thanatos = harapan kematian yang menghimpun manusia ke arah kehancuran.

Kekuatan-kekuatan utama yang dapat membentuk dan mempengaruhi kepribadian seseorang, sebagaimana yang dikemukakan oleh Gibson, dkk, (1989). 
Gibson, dkk (a)perilaku timbul karena ada stimulus atau motivasi, (b)perilaku diarahkan kepada tujuan, (c)perilaku yang terarah pada tujuan dapat terganggu oleh frustasi, konflik, dan kecemasan. Gibson, dkk tentang perilaku individu : (a)perilaku timbul karena ada stimulus atau motivasi, (b)perilaku diarahkan kepada tujuan, (c)perilaku yang terarah pada tujuan dapat terganggu oleh frustasi, konflik, dan kecemasan.

0 komentar