Pada era revolusi industry, manusia dianggap sebagai alat produksi yang
disamakan dengan mesin. Sehingga kecepatan produksi mesin harus diringi
dengan kecepatan gerak tubuh manusia ketika berkerja. Tujuan para
pemilik modal dan kaum industriawan adalah bagaimana menghasilkan
produksi yang setinggi – tingginya dengan mengabaikan aspek interaksi,
kerjasama, kekompakan dan solidaritas manusia dalam bekerja. Mereka
hanya memandang manusia sebagai mesin produksi yang harus menghasilkan
produk sebanyak-banyaknya.
Anggapan bahwa manusia adalah alat produksi seperti mesin mulai berkurang seiring dengan mulai surutnya revolusi industry. Terlebih setelah terbitnya buku yang ditulis oleh pakar manajemen Andrew Ure pada tahun 1835, yang melihat arti pentingnya manusia dalam produksi.Demikian pula setelah dipublikasinnya karya Frederick Winslow Taylor pada tahun 1911 yang berjudul “principles of Scientific Management” dan Henry Fayol, dengan karya akbarnya “Administration Industrielle Et Generale” (1916). Di mana karya keduanya melihat sisi penting manusia dalam lingkup produksi dan keorganisasian.
Pertengahan tahun 1920, merupakan titip pusat perhatian yang besar terhadap sejarah pendekatan manusiawi dalam bidang industry dan bisinis, setelah Elton Mayo dan kawan-kawannya melakukan studi tentang dampak pencahayaan terhadap produktifitas para kerja. Hasilnya adalah bahwa intensitas pencahayaan di ruang kerja tidak berpengaruh langsung terhadap produktifitas kerja. Setelah berkali-kali melakukan melakukan eksprimen, mereka menemukan bahwa norma-norma social kelompok dianggap sebagai determinan kunci dalam meningkatkan produksi. Penemuan studi Hawthorne ini membawa implikasi penting dalam teori manajemen dan organisasi. Manajer dewasa ini tidak akan mempertimbangkan persoalan desain organisasi, tanpa mempersoalkan dampaknya atas kelompok-kelompok kerja, sikap para karyawan dan hubungan-hubungan manajer dengan karyawan.
Pengertian Hubungan Manusiawi
Manusia adalah mahluk social. Istilah social mengandung makna bahwa manusia cenderung mengembangkan hubungan-hubungan kerjasama dan interdependensi. Manusia ingin hidup bersama dengan manusia lainnya dan saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain, atau dengan kata lain manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat tetap eksis dan mencapa tujuan-tujuannya.
Banyak pengertian hubungan antara insani atau manusiawi yang dikemukakan oleh ahli antara lain : Jack Halloran, Onong Uchjana Effendy, Fred Carvell dan keith Davis, namun kesemua hubungan manusiawi tersebut dilakukan untuk meningkatkan hubungan kerjasama secara produktif, di mana orang-orang yang berada dalam organisasi tersebut saling bekersama untuk memperoleh kepuasan kedua belah pihak untuk mencapai tujuan bersama secara individu, kelompok atau keorganisasian
Pilar Utama Hubungan Manusiawi
Sebagai mahluk social manusia membutuhkan orang lain. Sebagai konsekwensi dari itu, manusia akan membangun suatu hubungan antar individu yang satu dengan yang lainnya. Dalam proses interaksi ini ada dua pilar utama dalam membagun hubungan manusiawi yaitu komunikasi dan motivasi. Banyak definisi yang dikemukakan oleh ahli terkait dengan pengertian komunikasi, tapi secara sederhana komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima, dengan maksud memperoleh jawaban (feed-back) atau balikan, sehingga dapat dicapai pengertian bersama dan menimbulkan perilaku tertentu. Dari definisi ini kita dapat mengetahui unsur-unsur yang terdapat komunikasi yaitu : Adanya pengirim/komunikator, pesan atau balikan dan adanya penerima pesan. Sukses tidaknya seorang pemimpin atau manajer dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi, salah satu diantaranya adalah ditentukan sejauah mana kemampuan pemimpin/manajer menyampaikan pesan dan gagasan-gagasannya kepada bawahannya. Aspek kedua yang tidak kalah pentingnya yaitu Motivasi.
Selain kemampuan komunikasi, seorang pemimpin/Manajer juga harus menguasai kemampuan dalam teknik-teknik motivasi. Kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin atau manajer karena dalam kenyataannya, ada orang yang berhasil dan sukses dalam suatu organisasi padahal kemampuannya biasa-biasa saja. Secara sederhana motivasi dapat diartikan sebagai kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Motivasi adalah membangkitkan motif dan daya gerak seseorang atau diri sendiri untuk melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya atau yang dikehendaki.
Menurut Gibson,dkk (1989: 87) motivasi sangat berkaitan dengan :
1. Arah perilaku
2. Kekuatan respon (usaha) setelah karyawan memilih mengikuti tindakan tertentu
3. Ketahanan perilaku, atau berapa lama orang itu terus menerus berprilaku menurut cara tertentu
Dalam bidang manajemen, dengan komunikasi dapat diketahui semua kegiatan manajemen, apa yang ingin di capai, bagaimana mencapainya, kapan harus diselesaikan, dengan kondisi apa dan lain sebagainya. Sehingga para karyawan mengetahui seluruh informasi mengenai tugas yang harus dipikul dan berada dalam tanggungjawabnya. Demikian pula sebaliknya, melalui komunikasi karyawan dapat menyampaikan apa yang menjadi hambatan dalam melaksanakan tugas, apa yang menjadi keluhan karyawan dan yakin bahwa keluhannya akan di dengarkan oleh pimpinannya.
Dengan pemahaman motivasi yang dimiliki, seorang pimpinan akan memahami unsur-unsur manusia dengan baik, apa yang diperlukan dan apa yang harus dihindari dapat diperoleh dari pemahaman motivasi. Dengan pemahaman motivasi oleh pimpinan, karyawan akan merasa dihargai dan diperhatikan sehingga unsur manusia akan memberikan prestasi tinggi dengan seluruh potensi yang mereka miliki.
Anggapan bahwa manusia adalah alat produksi seperti mesin mulai berkurang seiring dengan mulai surutnya revolusi industry. Terlebih setelah terbitnya buku yang ditulis oleh pakar manajemen Andrew Ure pada tahun 1835, yang melihat arti pentingnya manusia dalam produksi.Demikian pula setelah dipublikasinnya karya Frederick Winslow Taylor pada tahun 1911 yang berjudul “principles of Scientific Management” dan Henry Fayol, dengan karya akbarnya “Administration Industrielle Et Generale” (1916). Di mana karya keduanya melihat sisi penting manusia dalam lingkup produksi dan keorganisasian.
Pertengahan tahun 1920, merupakan titip pusat perhatian yang besar terhadap sejarah pendekatan manusiawi dalam bidang industry dan bisinis, setelah Elton Mayo dan kawan-kawannya melakukan studi tentang dampak pencahayaan terhadap produktifitas para kerja. Hasilnya adalah bahwa intensitas pencahayaan di ruang kerja tidak berpengaruh langsung terhadap produktifitas kerja. Setelah berkali-kali melakukan melakukan eksprimen, mereka menemukan bahwa norma-norma social kelompok dianggap sebagai determinan kunci dalam meningkatkan produksi. Penemuan studi Hawthorne ini membawa implikasi penting dalam teori manajemen dan organisasi. Manajer dewasa ini tidak akan mempertimbangkan persoalan desain organisasi, tanpa mempersoalkan dampaknya atas kelompok-kelompok kerja, sikap para karyawan dan hubungan-hubungan manajer dengan karyawan.
Pengertian Hubungan Manusiawi
Manusia adalah mahluk social. Istilah social mengandung makna bahwa manusia cenderung mengembangkan hubungan-hubungan kerjasama dan interdependensi. Manusia ingin hidup bersama dengan manusia lainnya dan saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain, atau dengan kata lain manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat tetap eksis dan mencapa tujuan-tujuannya.
Banyak pengertian hubungan antara insani atau manusiawi yang dikemukakan oleh ahli antara lain : Jack Halloran, Onong Uchjana Effendy, Fred Carvell dan keith Davis, namun kesemua hubungan manusiawi tersebut dilakukan untuk meningkatkan hubungan kerjasama secara produktif, di mana orang-orang yang berada dalam organisasi tersebut saling bekersama untuk memperoleh kepuasan kedua belah pihak untuk mencapai tujuan bersama secara individu, kelompok atau keorganisasian
Pilar Utama Hubungan Manusiawi
Sebagai mahluk social manusia membutuhkan orang lain. Sebagai konsekwensi dari itu, manusia akan membangun suatu hubungan antar individu yang satu dengan yang lainnya. Dalam proses interaksi ini ada dua pilar utama dalam membagun hubungan manusiawi yaitu komunikasi dan motivasi. Banyak definisi yang dikemukakan oleh ahli terkait dengan pengertian komunikasi, tapi secara sederhana komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima, dengan maksud memperoleh jawaban (feed-back) atau balikan, sehingga dapat dicapai pengertian bersama dan menimbulkan perilaku tertentu. Dari definisi ini kita dapat mengetahui unsur-unsur yang terdapat komunikasi yaitu : Adanya pengirim/komunikator, pesan atau balikan dan adanya penerima pesan. Sukses tidaknya seorang pemimpin atau manajer dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi, salah satu diantaranya adalah ditentukan sejauah mana kemampuan pemimpin/manajer menyampaikan pesan dan gagasan-gagasannya kepada bawahannya. Aspek kedua yang tidak kalah pentingnya yaitu Motivasi.
Selain kemampuan komunikasi, seorang pemimpin/Manajer juga harus menguasai kemampuan dalam teknik-teknik motivasi. Kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin atau manajer karena dalam kenyataannya, ada orang yang berhasil dan sukses dalam suatu organisasi padahal kemampuannya biasa-biasa saja. Secara sederhana motivasi dapat diartikan sebagai kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Motivasi adalah membangkitkan motif dan daya gerak seseorang atau diri sendiri untuk melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya atau yang dikehendaki.
Menurut Gibson,dkk (1989: 87) motivasi sangat berkaitan dengan :
1. Arah perilaku
2. Kekuatan respon (usaha) setelah karyawan memilih mengikuti tindakan tertentu
3. Ketahanan perilaku, atau berapa lama orang itu terus menerus berprilaku menurut cara tertentu
Dalam bidang manajemen, dengan komunikasi dapat diketahui semua kegiatan manajemen, apa yang ingin di capai, bagaimana mencapainya, kapan harus diselesaikan, dengan kondisi apa dan lain sebagainya. Sehingga para karyawan mengetahui seluruh informasi mengenai tugas yang harus dipikul dan berada dalam tanggungjawabnya. Demikian pula sebaliknya, melalui komunikasi karyawan dapat menyampaikan apa yang menjadi hambatan dalam melaksanakan tugas, apa yang menjadi keluhan karyawan dan yakin bahwa keluhannya akan di dengarkan oleh pimpinannya.
Dengan pemahaman motivasi yang dimiliki, seorang pimpinan akan memahami unsur-unsur manusia dengan baik, apa yang diperlukan dan apa yang harus dihindari dapat diperoleh dari pemahaman motivasi. Dengan pemahaman motivasi oleh pimpinan, karyawan akan merasa dihargai dan diperhatikan sehingga unsur manusia akan memberikan prestasi tinggi dengan seluruh potensi yang mereka miliki.
0 komentar