Kegiatan temu kembali arsip, termasuk dalam daur hidup arsip (life cycle of record) yang merupakan bagian dari manajemen arsip dinamis. Bagaimanapun juga, arsip akan berfungsi bagi kita apabila dapat ditemukan kembali. Hal ini dikarenakan arsip digunakan sebagai bahan pertanggungjawaban dari yang menciptakan arsip atau disebut dengan akuntabilitas publik. Selain itu juga digunakan sebagai bahan penelitian, bilamana arsip tersebut sudah menjadi arsip statis dan bersifat terbuka. Karena itu, setiap arsip yang tercipta dalam organisasi perlu dibuat sarana temu balik informasi yang dapat digunakan oleh pengguna untuk menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat, tepat, dan akurat.
Alat bantu balik informasi, baik untuk arsip dinamis (arsip aktif dan inaktif) maupun arsip satatis, diperlukan suatu alat untuk menunjukkan di mana arsip-arsip tersebut disimpan. Alat bantu arsip dapat berupa kode, indeks, tunjuk silang, klasifikasi, dan lain-lain. Di samping itu terdapat juga sarana penunjang, yaitu folder, fillling cabinet, sekat atau guide, dan lain-lain.
Dalam sistem temu balik ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan, yaitu adanya:
1)kebutuhan informasi atau pengguna;
2)arsip atau informasi yang tersedia;
3)kata indeks yang berasal dari pengguna atau arsip itu sendiri;
4)mediatory atau intermediatory, yaitu mekanisme kerja penelusuran dalam penemuan informasi.
Komponen-komponen di atas perlu diperhatikan oleh organisasi yang bermaksud untuk membuat atau memberikan alat bantu pada arsip yang dihasilkannya. Selain itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh setiap organisasi dalam proses temu balik arsip, yaitu:
1)Kriteria masalah kecepatan, kelengkapan, efisiensi, dan ketepatan; dan
2)Prosedur yang akan dipergunakan dalam melakukan temu balik arsip.
1)Kriteria masalah kecepatan, kelengkapan, efisiensi, dan ketepatan; dan
2)Prosedur yang akan dipergunakan dalam melakukan temu balik arsip.
0 komentar